01. Mengurangi Angka Kemiskinan secara drastis (dari 12,23% menjadi 6 %)

Fokus pada kelompok masyarakat paling miskin dan rentan miskin. Penciptaan 5 juta lapangan kerja dalam 5 tahun. Penguatan peran dan kepemimpinan desa sebagai pusat pembangunan. Mendorong program pembangunan sebagai gerakan masyarakat

02. Mengganti Kartu Tani dengan “Program Petani Mandiri”

Memberikan jaminan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk dan bibit.  Menyediakan bantuan keuangan bagi petani selama masa tanam. Menjaga stabilitas harga dengan melaksanakan regulasi yang ada. Memfasilitasi peningkatan nilai tambah produk pertanian. Menyediakan jaminan sosial bagi petani lanjut usia

03. Memperkuat Peran Nelayan Dalam Pembangunan Ekonomi Bahari

Mendampingi nelayan dalam memperoleh kepastian kebijakan tentang cantrang. Menyediakan bantuan keuangan untuk pengembangan usaha. Memfasilitasi peningkatan nilai tambah produk produk perikanan. Menyediakan jaminan sosial bagi nelayan lanjut usia.

04. Meningkatkan Kesejahteraan Buruh

Meningkatkan kompetensi buruh dengan bekerja sama industri. Bersama-sama dengan dunia usaha menyediakan perumahan layak dan terjangkau. Menciptakan iklim hubungan kerja industrial yang sehat dan saling menundukung

05. Gerakan Lumbung Pangan Masyarakat dan Lumbung Ternak Masyarakat

Membangun 1.000 Lumbung Pangan Masyarakat (LPM). Membangun 1.000 Lumbung Ternak Masyarakat (LTM). Program gerakan masyarakat, difasilitasi pemerintah bekerjasama dengan Lembaga Donor, Zakat, dan Wakaf

06. Sekolah Pamong Desa

Meningkatkan alokasi dana pendamping bagi desa untuk penguatan kapasitas. Menyelenggarakan Sekolah Pamong Desa dengan kurikulum dasar: Regulasi Desa,
Kompetensi Manajerial, Pengelolaan Proyek proyek desa, Pengelolaan Keuangan, dan Rambu RambuHukum. Memberikan pendampingan hukum bagi para
Kepala Desa, Lurah, dan Pamong Desa.

07. SETARA: Sejuta Wirausahawan Perempuan

Menumbuhkan, memperkuat, dan mengembangkan satu juta wirausahawan perempuan. Memberikan bantuan permodalan, peningkatan kemampuan manajerial, akses pasar, dan peningkatan pemanfaatan teknologi

08. Meningkatkan Fasilitas dan Akses Pelayanan Kesehatan

Meningkatkan jumlah Puskesmas. Memperbanyak Puskesmas yang memiliki fasilitas Rawat Inap. Menambah Rumah Sakit Type A di berbagai wilayah sesuai kebutuhan. Meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat terbawah dengan menyempurnakan Program BPJS.

09. Memacu Pendidikan Karakter dan Keterampilan

Menumbuhkan, memperkuat, dan mengembangkan satu juta wirausahawan perempuan. Memberikan bantuan permodalan, peningkatan kemampuan manajerial, akses pasar, dan peningkatan pemanfaatan teknologi

10. Perempuan sebagai Soko Guru Pergerakan Pembangunan Jawa Tengah

Penguatan kelembagaan perlindungan perempuan dan anak. Memperbanyak Ruang Publik yang ramah perempuan dan anak. Merevitalisasi pusat-pusat layanan kesehatan ibu dan anak (spt. Posyandu). Pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak. Menjaga perumusan kebijakan publik dengan melibatkan kaum Perempuan

11. Memberdayakan Kelompok Difabel

Memberikan bekal keterampilan sesuai dengan minat dan bakatnya. Memperbanyak fasilitas publik yang ramah bagi difabel. Menciptakan iklim usaha dan dunia kerja yang memperluas kesempatan bagi difabel

12. Jawa Tengah Provinsi Festival Budaya

Mengkodifikasi budaya-budaya lokal sebagai sumber referensi. Revitalisasi museum – museum. Mendorong penyelenggaraan festival budaya lokal di setiap Kabupaten/Kota

13. Memuliakan Batik

Memperkokoh batik sebagai salah satu warisan dunia. Menjadikan Jawa Tengah sebagai sentra industri batik dunia. Menyedikan dukungan pengembangan industri batik rumah tangga, usaha kecil dan menengah

14. Membangun Kawasan Wisata berbasis Klaster

Menata ulang kawasan-kawasan wisata dengan membangun klaster berbasis sub-kultur dan kewilayahan, (contoh: Prambanan-Borobudur dsk, Dieng dsk, Baturaden, Gunung Lawu, dll). Meningkatkan anggaran promosi pariwisata dengan melibatkan dunia usaha

15. Karimunjawa Ikon Baru Wisata Jawa Tengah

Mengembangkan Kawasan Karimunjawa sebagai ikon wisata baru Jawa Tengah. Membangun infrastruktur transportasi, akomodasi, telekomuniasi, dan energi. Meningkatkan promosi Kawasan Karimunjawa baik secara nasional maupun nternasional

16. Pembangunan Energi dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Menjadikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan sebagai filosofi pembangunan. Meningkatkan kedaulatan energi jangka panjang, dengan menambah porsi energi terbarukan sesuai dengan Kencana Energi Nasional (KEN). Menjadikan Energi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Memperkuat upaya mitigasi bencana alam dengan memutakhirkan titik-titik rawan bencana

17. Pemerataan Infrastruktur dan Kawasan Pengembangan Ekonomi

Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Kawasan Selatan. Menyediakan layanan dasar internet gratis bagi seluruh desa untuk mempercepat akses informasi dan pengetahuan. Membangun Infrastruktur yang menunjang pusat-pusat pertumbuhan ekonomi seperti pelabuhan, bandara, energi, dan telekomunikasi. Bersama-sama Dunia Usaha mendorong pembangunan kawasan-kawasan pengembangan ekonomi baru

18. Transformasi BUMD

Menyusun peta jalan transformasi dan revitalisasi Badan Usaha Milik Daerah. Menjadikan BUMD sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan manajerial para eksekutif BUMD. Mendorong BUM tertentu Go Public untuk menigkatkan profesionalisme, transparansi, dan daya saingnya

19. Ekonomi Kreatif Masa Depan Generasi Milenials

Menyusun peta jalan pengembangan Ekonomi Kreatif berbasis Budaya. Membentuk Badan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah. Mendorong keterlibatan maksimal dari generasi milenials yang kreatif, inovatif, cinta teknologi, dan berpikir global; dalam pembangunan ekonomi kreratif. Menggalakkan kompetisi olahraga untuk meningkatkan prestasi

20. Kebijakan Investasi

Revitalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan memaksimalkan peran teknologi. Meningkatkan investasi yang memaksimalkan serapan lapangan kerja. Memanfaatkan lahan-lahan tidur milik negara sebagai land bank, untuk memfasilitasi percepatan investasi. Memperkuat kerjasama internasional Provinsi Jawa Tengah, baik dengan dunia usaha global maupun lembaga-lembaga multilateral

21. APBD

Menata ulang struktur APBD untuk lebih memberi porsi kepada pembangunan Infrastruktur Lunak (SDM), Pro Wong Cilik, Pro Perempuan, dan Pro Santri, dengan tetap menjaga keseimbangan kebutuhan pembangunan dan kebutuhan rutin. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan dengan ekstensifikasi, intensifikasi, dan penguatan tata kelola. Meningkatkan transparansi dan keadilan dalam pelaksanaan APBD dengan melibatkan secara maksimal UKM dan Usaha-usaha Lokal

22. Jateng Mukti, Tanpa Korupsi

Memperkuat peran kepemimpinan publik dalam setiap lapisan dan setiap sektor sebagai teladan dalam etika dan integritas. Menerapkan Sistem Manajemen Kinerja dengan memaksimalkan penggunaan teknologi bagi seluruh Aparat Sipil Negara (ASN). Mengembalikan ruh kebijakan berbasis pengetahuan dengan melibatkan Perguruan Tinggi dalam proses penyusunan kebijakan publik