Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Dear Millenials di Semarang, Sabtu (14/5). Buku tersebut merupakan karya ketiga pak Dirman.

Salah satu ungkapan tersebut adalah “Pemimpin itu tidak ada urusan dengan jabatan tapi soal peran soal perilaku,” demikian diungkapkan Pak Dirman.

Dalam peluncuran buku tersebut, sejumlah tokoh milenial hadir, seperti Fahd Pahdevi dan Anindya.

Usai acara Pak Dirman mengatakan bahwa anak-anak sekarang cenderung lebih punya keterampilan menulis. Dia ingin memberi contoh saja bahwa menulis itu mudah.

“Kalau kawan-kawan muda ini terus menggerakkan mwncari solusi mengajak lingkungannya, tapi untuk ini memerlukan membaca berorganisasi perlu update lah. Itu yang ingin saya dorong,” katanya.

Dia juga mengatakan saat ini temen-temen muda sekarang cukup kreatif. Menurutnya, anak muda seksrang bekerja dengan ide dengan konsep dengan pengetahuan yang serba terbuka. Setiap orang kalau mau bisa melakukan.

Terkait penulisan buku, Pak Dirman mengatakan bahwa buku ini ditulis sambil jalan.

“Saya mulai punya ide ini ketika mulai keliling. Karena memiliki banyak waktu di perjalanan. Misalnya semaleman di jalan kan tidak tidur terus. Sambil berpikir akhirnya merangkai merumuskan kalimat-kalimat,” katanya.

Dia juga mengaku dulu sebelum sibuk seperti sekarang, sering menulis dan mengirimkan artikel ke berbagai media. Seminggu sekali lah, meski sekarang jarang.

Menulis menurutnya merupakan proses yang mesti dikerjakan seseorang, terlebih bagi orang yang ingin keluar dari kesulitan. Karena dengan menulis, kata Pak Dirman, proses berpikir dan bertindak jadi imbang.

“Kesulitan sebagai sarana pembelajaran. Maka kita akan makin kaya, menguasai banyak hal. Tapi jika kesulitan dimaknai sebagai penghalang ya berhenti deh. Menderita saja,” katanya.

Kepada kawula muda, Pak Dirman Berpesan untuk tidak mudah patah arang menghadapi kesulitan zaman.

“Temen-temen inikan jalannya masih panjang. Saya ajak untuk di bagian depan untuk ayo kita lihat bahwa kesulitan sebagai sarana untuk belajar. Semakin banyak menyelesaikan kesulitan maka keterampilan kita semakin baik,” katanya.

Pesan inti dalam buku Dear Millenials, kata Pak Dirman, soal integritas soal kejujuran. Saya menyebut kejujuran keberanian dan kempetensi itu kunci Inggris kesusksesan.

“Siapapun peoses apapun di manapun jika memiliki tiga keahlian itu tidak perlu khawatir karena akan selalu survive,” terang dia.

Leave A Comment

%d bloggers like this: