Dirman-Ida Diminta Turunkan Angka Kemiskinan yang Jadi Rapor Merah Pemprov Jateng

SEMARANG – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah diminta membenahi dengan menurunkan angka kemiskinan yang menjadi rapor merah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro usai menggelar diskusi tematik bertema “LKPJ, atas ketidakhadiran Pemprov dalam penanggulangan Kemiskinan” yang digelar oleh tim Sudirman-Ida, Rabu (4/4/2018) di Kota Semarang.

“Saat ini angka kemiskinan di Jateng menjadi keprihatinan bersama, ada penurunan kemiskinan namun tidak signifikan. Tentu hal ini menjadi tantangan masyarakat, menjadi tantangan pak Dirman-Bu ida, untuk fokus menangani dan menurunkan angka kkemiskinan,”katanya.

Lebih lanjut, Sriyanto berharap jika Sudirman Said-Ida Fauziyah memimpin Jateng, tidak perlu pencitraan dan tidak perlu hanya slogan yang bersifat lipservice.

“Kunci menurunkan kemiskinan adalah mengembangan wirausaha, karena semakin banyak pengangguran, maka angka kemiskinan akan meningkat, sehingga pembangunan harus fokus terhadap kemiskinan,”jelas politis Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng ini.

Dia menyebut baha saat ini Pemprov Jateng lebih banyak memikirkan pembangunan infrastruktur dari pada pembangunan masyarakat, seperti penurunan kemiskinan dan juga fokus pembangunan terhadap sektor pertanian..

“Sehingga kami harapkan, Pak Dirman-Mbak Ida terus memberi perhatian kepada para petani, lima tahun terakhir pada pertanian kurang, lebih kepada infrastruktur, dan saya sangat setuju sudirman said menjadi gubernur orang miskin,”tukasnya.

Senada dengan Sriyanto, akademisi Hardiwinoto juga berharap Sudirman-Ida mampu membenahi kemiskinan struktural yang masih terjadi di Jateng.

“Kami berharap pak Dirman-Bu Ida, harus mampu mengelola aset yang dikelola oleh swasta, harus dikembalikan ke swasta dalam negeri atau rakyat kecil, mengembalikan Jateng menjadi daerah yang makmur, jawa dwipa, yaitu wilayah yang sangat kaya, makmur,”ujarnya.

Sementara, Sadiman Al Kundarto, asosiasi pekerja sosial Jateng menyebut bahwa kemiskinan di Jateng tidak bisa diselesaikan secara sendiri, sehingga perlu keterlibatan orang lain. Dia berharap Sudirman-Ida mampu menangani masalah kemiskinan di Jateng kemiskinan berbasis masyarakat.

Sebagai informasi, dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan 2013-2018 pada rapat paripurna DPRD Jateng, Senin (26/3), ada dua indikator kinerja Pemprov yang memiliki rapor merah karena gagal tercapai. Yang pertama yakni indikator kinerja dari aspek kesejahteraan masyarakat.

Realisasi capaian pertumbuhan ekonomi 2013-2017 hanya sebesar 5,27 persen dari target 5,9-6,2 persen. Sementara yang kedua yakni capaian penurunan angka kemiskinan yang masih pada angka 12,23 persen dari target 10,4-9,93 persen.

Leave A Comment

%d bloggers like this: