SEMARANG – Pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah menyayangkan masih adanya kampanye hitam tujuh hari menjelang Pilgub Jateng. Hal itu, jelas mencoreng taglen Pilgub Jateng yang “Becik tur Nyenengke”. Kampanye hitam berupa vidio serta sejumlah umpatan di media sosial yang menjatuhkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Dalam vidio tersebut misalnya, ada dua orang yang mengaku ponakan Sudirman dan mengatakan jika Sudirman tak kenal tetangga dan sombong. Tapi, di akhir vidio pemuda itu lantas mengatakan harus memilih calon petahana. Selain itu, sejumlah kata-kata hujatan dan bahkan fitnah dilakukan untuk menjatuhkan pasangan Sudirman-Ida Fauziyah. Sebagai upaya cepat, tim pemenangan Sudirman-Ida langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak Polri.

“Tim kami bergerak dan setelah ditelusuri, ternyata pemuda yang ada dalam vidio itu mengaku diminta oleh salah satu Sekjen parpol pengusung calon Petahana berinisial H,” kata Sudirman Said disela acara Halal bi Halal Pak Dirman bersama Mbak Ida bersama media di Hotel Grand Candi, Semarang.

Pak Dirman sangat menyesalkan masih adanya kampanye hitam. Ironisnya, KPUD, Bawaslu serta pihak berwajib belum melakukan tindakan. Sehingga, pelaku yang melakukan berbagai kampanye hitam tersebut masih bebas. “Kami sudah melaporkan langsung ke pihak penyelenggara, dan secepatnya harus ditindak,” tegasnya.

Cawagub Jateng, Ida Fauziyah sangat menyesalkan kampaye hitam tersebut. Apalagi, fitnah yang disebarkan sangat tak beradab dan membuat miris semua orang. Terlebih sudah menyangkut kehidupan pribadi dan sangat tak layak dilakukan. Ia berharap, agar penegak hukum segera turun tangan dalam menyikapi pelaku penyebar fitnah tersebut. “Saya sampai tak berani membaca fitnah-fitnah itu, apalagi saya punya keluarga,” ucapnya sambil menangis.

Ida menyebut, jika kampanye hitam itu tak boleh dibiarkan akan mencoreng demokrasi di Jateng. Selain itu, jelas cerminan politik rendah yang dilakukan dari pihak lawan karena ada ketakutan. Sayang, aksi tersebut sepertinya dibiarkan dan tak ada tindakan nyata dari Bawaslu, KPUD maupun pihak Polri. “Ini sudah tak bisa dibiarkan, tapi sayang penyelenggara Pilgub dan Polri ternyata tak bergerak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman-Ida optimis bisa menang dalam Pilgub. Terlebih trend dukungan semakin naik, sementara calon petahana menurun. Ia juga megajak masyarakat Jateng, untuk bisa tetap menjaga citra politik yang Santun dan berakhlak di Jateng. “Kami optimis, tentunya dengan cara yang santun dan berakhlak. Masyarakat Jateng sudah terlihat menginginkan perubahan,” tambah Sudirman Said

Leave A Comment

%d bloggers like this: