Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said tidak mempermasalahkan elektabilitasnya berada di bawah Petanaha. Dia justru meyakini bahwa hasil survei tersebut akan menjadi pemicu kerja kerasnya.

Menurut pak Dirman itu merupakan berita bagus, terlebih mencantumkan judul yang menarik, yakni “Segalanya Bisa Terjadi”. Hal itu menurut Pak Dirman merupakan signal bahwa perjalanannya on track.

“Dimana-mana incumbent pasti lebih kuat. Tapi suatu ketika hasilnya bisa cross atau menyalip. Meski pun 79 persen, Tapi itu soal dikenal. Dan kalau kepala daerah yang sudah kerja lima tahun levelnya tidak mencapai segitu, ya ngapain selama ini?” Katanya.

Pak Dirman mengaku semua survei dijadikan cermin. Kalau assessment yang dipakai bukan cuma survei kuantitatif, namun kualitatif.

“Dulu saya di pasar saya dicuekin orang. Namun sekarang mulai ditegur, disapa, diminta foto. Itu kan ukuran,” tandanya.

Artinya, katanya, tidak ada jalan lain selain meningkatkan interaksi dengan masyarakat. Dengan dikerjakan bersamaan antara calon dengan tim.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei tim Litbang, Kompas mengeluarkan hasil survei terkait elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Ganjar Pranowo – Taj Yasin dan Sudirman Said- Ida Fauziyah.

Berdasar survei tersebut, pasan gan Sudirman Said – Ida Fauziyah elektabilitasnya cuma 11,8 persen dan terpaut jauh dari petahana yang menggandeng putra Mbah Maemoen Zubair, yakni 79 persen.

Selain itu tingkat popularitasnya Sudirman Said – Ida juga masih tertinggal jauh dari petahana. Berdasarkan hasil penelitian terbuat, tingkat popularitas Ganjar Pranowo secara pribadi mencapai 78,4 persen. Sementara Sudirman Said sebesar 26,0 persen. Berlanjut ke Taj Yasin sebesar 16,3 dan Ida Fauziyah sebesar 12,4 persen.

Leave A Comment

%d bloggers like this: