KLATEN – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menegaskan, akan meminimalisir adanya kaum perempuan di provinsi ini yang harus bekerja di luar negeri. Utamanya untuk pekerjaan-pekerjaan domestik.

“Akan lebih baik bekerja di daerah sendiri, negeri sendiri,” ujarnya saat “Ngaji Bareng Mbak Ida” di Kabupaten Klaten, Sabtu (9/6).

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kesehatan dan pendidikan kaum perempuan Jawa Tengah lebih rendah dibanding kaum laki-laki.

“Memang satu sisi angka usia harapan hidup kaum perempuan lebih panjang dari laki-laki,” sebutnya.

Kondisi itu, jelas dia, bisa menjadi masalah ke depan. Akibat umur lebih panjang, maka memungkinkan kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga.

“Gak patik pinter karena sekolahnya masih rendah, juga gak patik sehat, tapi usia harapan hidupnya panjang. Ini bisa jadi beban berat ke depan,” beber pendamping Sudirman Said dalam Pilgub ini.

Sisi lain, lanjut Ida, pendapatan perkapita kaum perempuan juga lebih rendah dari kaum laki-laki. “Pendapatannya masih dikisaran kuran dari Rp10 ribu,” katanya.

Situasi itulah, lanjut Ida, yang sering membuat masyarakat rela ke luar negeri. “Padahal kalau sudah berkeluarga, harus meninggalkan suami ataupun anak-anaknya,” terangnya.

Mantan ketua umum Fatayat NU ini menegaskan, siap memperjuangkan nasib kaum perempuan. “Jangan terus-terusan posisinya sebagai obyek, melainkan juga menjadi subyek,” tegasnya.

Salah satu yang disiapkan adalah membentuk wirausahawan-wirausahawan perempuan di provinsi ini.

“Perempuan punya potensi kuat untuk jadi wirausahawan. Sudah banyak bukti, misal di pasar, yang jualan adalah mayoritas perempuan,” jelasnya.

Persoalan lain yang terus mengemuka, kata Ida, adalah keluhan banyak petani akan ketersediaan pupuk. “Petani mengeluh sulit dapat pupuk. Ini tentu tak boleh dibiarkan terjadi terus menerus. Kami akan jadi dirigen untuk menuntaskan persoalan ini,” sebutnya.

Atas dasar itu, Ida mengajak jamaah pegajian untuk mencari pemimpin yang membawa kemaslahatan. “Bagaimana caranya? Tentu dengan mendukung dan memilih kami. Siap?” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta pengajian Istikomah mengatakan, sosok Sudirman-Ida sangat pas untuk memimpin Jateng. “Jadi kami sangat siap untuk mendukung demi terwujudnya pemimpin Jawa Tengah yang membawa maslahah,” tandasya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: