BREBES, Mediajateng.net – Menjadi ibu rumah tangga, membuat Siti Amalah (46) merasakan langsung imbas kenaikan harga bahan pokok. Sebagai orang desa, dia berharap tidak mengalami kesusahan untuk mencari kebutuhan dapurnya.

Dia warga Kaliwadas, Adiwerna Kabupaten Tegal. Memiliki tiga anak. Setiap hari untuk mencukupi konsumsi keluarga, dia memasak minimal satu setengah kilogram.

“Uang untuk belanja semakin besar sementara penghasilan keluarga tetap, karena hanya bapak yang bekerja,” kata dia, Sabtu (20/1).

Untuk belanja beras saat ini dia merogoh kocek sebesar Rp 300.000 per 25 kg. Yang berarti hanya bertahan untuk mencukupi kebutuhan sekitar 20 hari. Pengeluaran itu, belum lagi ditambah untuk belanja mencukupi kebutuhan dapur.

Saat ini harga beras premium naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram. Sementara beras medium saat ini dijual Rp 12.500 dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram, dan beras sumbang sekitar Rp 9.500 dari harga semula Rp 7.000 per kilogram.

Hal tersebut dikatakan Amalah di sela-sela pembekalan Majelis Desa se-Kecamatan Adiwerna, salah satu pergerakan inisiasi calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur Sudirman Said di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sampai pertengahan Januari, lebih dari 400 desa telah mendeklarasikan.

Sejalan dengan keluhan Siti Amalah, Wahid Ahmad, salah satu pengurus tim Perjuangan Merah Putih mengatakan bahwa pembentukan majelis desa dalam rangka mendengar sekaligus menjadi solusi persoalan di akar rumput, yakni warga desa.

“Untuk persoalan pangan, Pak Dirman telah menargetkan akan membentuk 8.559 lumbung desa. Artinya setiap desa akan dibentuk lumbung desa,” kata dia.

Harapannya, kata Wahid, masyarakat desa tidak lagi kebingungan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta tidak kelimpungan ketika harga kebutuhan bahan pokok melambung harganya.

“Selain itu, lumbung desa juga akan menguatkan hubungan antara petani desa dengan tetangga juga dengan pemerintah desa, karena harus berjalan saling melengkapi,” kata dia.

Siti Aminah (46) warga lain asal Harjosari Lor mengatakan, jika benar rencana calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said untuk melahirkan 8.559 lumbung desa dia berharap kualitas bahan pokok yang disediakan diperhatikan kualitasnya.

“Kalau berasnya apek, apa bedanya dengan beras murah yang kualitasnya jelek. Bawang merah dan putih juga cabai harus disediakan, selain gula dan garam,” kata dia, sambil mengatakan dia rela menempuh jarak sekitar 20 kilometer untuk menyampaikan aspirasi tersebut untuk ditampung di Majelis Desa Adiwerna.

Sumber : http://mediajateng.net/2018/01/20/hadiri-majelis-desa-ibu-ibu-tegal-mengeluhkan-hal-ini/13657/

Leave A Comment

%d bloggers like this: