GROBOGAN – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan di Grobogan untuk membangun lingkungan yang sholeh.

Menurut pendamping Sudirman Said dalam Pilgub ini, langkah itu bisa dimulai dari kaum ibu, dengan terlebih dahulu membentuk keluarga maslahah.

“Kaum ibu merupakan guru pertama bagi anak-anaknya, untuk membangun keluarga maslahah,” ujarnya dalam “Ngaji Sareng Ida Fauziyah” bersama perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Grobogan, di Grobogan, Minggu (3/6).

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan, dengan terbangunnya keluarga yang maslahah, maka akan bisa membangun lingkungan yang sholeh.

“Jadi ini juga bagian tanggungjawab kita semua, termasuk dari kaum ibu,” jelasnya.

Lingkungan yang sholeh, jelas Ida, akan membuat kehidupan di masyarakat memberikan manfaat positif bagi yang lain.

“Ini tentu akan sangat baik bagi pembangunan daerah, maupun provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, mantan ketua umum Fatayat NU ini juga mengajak kaum perempuan untuk bisa terlibat dalam politik. Sebab politik juga bisa menjadi alat perjuangan sekaligus ibadah.

“Agama dan politik tidak bisa dipisahkan. Menurut Imam Ghozali, agama itu pondasinya, sementara politik yang menjaganya,” terangnya.

Atas dasar itu, jelas Ida, dalam konteks di Indonesia, agama dan politik tersebut sangat penting. Sebab di negara ini, agama menjadi sumber dan nilai-nilai berbangsa.

“Kalau tidak dijaga, maka pondasi yang ada bisa rapuh apalagi dalam konteks Indonesia,” jelasnya.

Ida mencontohkan, saat pemerintah melarang adanya aktifitas-aktifitas agama, maka jalur politik menjadi langkah tepat untuk melawannya.

“Karena kalau sekadar protes atau demo saja, itu tidak cukup,” tandasnya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: