JEPARA – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk tidak menjauhi politik. Hanya saja, politik yang dilakukan harus dilandasi dengan niatan ibadah.

“Itu harus. Semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah, termasuk dalam politik,” ujar Ida dalam acara “Ngaji Sareng Ida Fauziyah” bersama Perempuan Muda Nahdlatul Ulama (NU), di Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Minggu (20/5).

Menurut Ida, kesempatan untuk berpolitik juga diberikan oleh Negara bagi masyarakat. Semuanya dalam konteks membangun demokrasi di negeri ini.

“Tapi semuanya sia-sia jika apa yang kita lakukan itu tidak diniati dengan ibadah,” katanya.

Mantan ketua umum Fatayat NU ini juga menyebut, saat masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam rangka memilih pemimpin, maka juga harus diniati dengan ibadah.

“Bisa jadi sia-sia, kalau datang ke TPS tapi tak diniati dengan ibadah. Begitu pula saat rawuh ke kegiatan-kegiatan sosial,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Ida juga mengajak kaum ibu untuk menjadi benteng bagi keluarganya. Utamanya dalam menghadapi ancaman radikalisme.

“Jangan sampai malah mendukung, kemudian mengajak anak-anaknya untuk ikut beraksi, seperti sejumlah pelaku teror di Surabaya,” jelas pendampin Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 ini.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini juga mengajak kaum ibu untuk tidak sekadar membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

“Lebih dari itu menjadi keluarga yang maslahat. Yakni memberi manfaat pula bagi lingkungannya,” paparnya.

Ketua Panitia Pengajian Imronah mengatakan, kegiatan ngaji digelar agar mereka yang tidak tahu menjadi tahu. “Semoga apa yang disampaikan dari bu Ida barokah, dan memberi manfaat bagi kita semua,” jelas ketua Fatayat NU Kabupaten Jepara ini.

Sementara itu, H Solikin selaku tuan rumah acara mengajak ratusan kaum perempuan yang hadir untuk mendukung Ida dalam Pilgub. “Sudah saatnya perempuan ikut memimpin di provinsi ini,” tegasnya.

Di Jepara, Ida juga melakukan silaturahmi dan mohon doa restu dengan Ketua Lembaga Batsul Masail (LBM) PWNU Jateng KH Imam Abi Jamroh. Ida diterima di dikediamannya di Mantingan, Jepara.

Leave A Comment

%d bloggers like this: