PEKALONGAN – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah memulai hari pertama kampanyenya dengan mengunjungi sentra batik di Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/2).

Selain itu, Cawagub nomor urut dua ini juga berdialog dengan Paguyuban Pedagang Kuliner Gemek (PPKG), Kedungwuni, Pekalongan.

Di sentra batik Buaran, para pengrajin mengungkapkan sejumlah kendala yang mereka hadapi kepada Ida. Mulai dari pajak bahan baku, hingga pemasaran.

“Untuk bahan baku, karena beberapa ada yang impor, seperti pewarna, pajak ditanggung pembeli. Jadi juga berpengaruh pada harga jual, setelah produksi,” ujar Nadia, salah seorang pengrajin batik.

Mantan ketua umum Fatayat ini menegaskan, memuliakan batik adalah bagian sangat penting dari Mbangun Jateng Mukti Bareng.

“Batik mewakili kebudayaan Jawa Tengah sekaligus salah satu kekayaan warisan leluhur yang sepatutnya kita rawat,” katanya.

Dia pun ingin, sentra-sentra batik yang ada di Jawa Tengah tetap eksis, sehingga keberadaan batik dari provinsi ini terus terjaga.

“Tentu kita berkomitmen, lakukan fasilitasi. Mulai dari awal produksi hingga pemasaran. Sehingga keberadaannya terus ada,” paparnya.

Sementara saat di Kedungwuni, para pedagang kuliner berharap Ida bisa memfasilitasi kawasan tempat mereka berdagang.

“Kawasan ini kadang sering banjir. Kita juga ingin rencana pembangunan taman dipercepat,” kata Didik, salah seorang pedagang.

Di lokasi ini, Ida juga menyapa sejumlah pedagang di kawasan tersebut. Sejumlah pedagang bahkan meminta bisa berfoto bersama.

Sumber : Tim Perjuangan Merah Putih

Leave A Comment

%d bloggers like this: