WONOGIRI – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah bersilaturahmi dan meminta doa restu kepada pengasuh Ponpes Gani Tirto Asri, Tirtomoyo, Wonogiri KH Muhsin Idris

Di Ponpes inilah, struktur Nahdlatul Ulama (NU) Wonogiri terbentuk sekitar tahun 1982 silam. Saat itu, pimpinan NU Wonogiri yang pertama adalah almarhum Muhammad Idris, ayahanda KH Muhsin Idris.

Kepada Ida, Kiai Muhsin juga memberikan restu, dan mendoakan Ida agar berhasil dalam pencalonannya sebagai wakil gubernur Jateng. “Isnya Allah ada jalan,” ujarnya.

Di Ponpes ini, Ida juga diminta memberika motivasi kepada ratusan santri. Menurut Ida, meski saat ini mondok, apapun harus bisa dilakukan para santri pada masa mendatang.

“Mau jadi politisi harus bisa. Jadi pengusaha juga harus bisa,” katanya.

Dia pun juga menceritakan sosok KH Wahab Chasbullah, salah satu tokoh pendiri NU. “Beliau tak hanya bergerak soal agama, tapi juga politik, maupun pengusaha,” jelasnya.

Sebab, kata dia, seorang santri juga memiliki tanggungjawab sosial. “Pulang dari mondok, jangan hanya jadi kiai. Semua punya kesempatan jadi Presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati dari santri,” tegasnya.

Di Wonogiri, Ida juga melakukan silaturahmi dan mohon doa restu kepada sejumlah pemuka agama di daerah setempat.

Mereka antara lain Rois Syuriah PCNU Wonogiri dan Ketua MUI Wonogiri KH Abdul Aziez Mahfuf, pengasuh Ponpes al Amanah, Sempon, Jatisrono KH Saefudin Arifin al Hafidz.

Adapula pengasuh Ponpes Munzala Mubarokah KH Hasyim Muhammad Ulil Abshor, pengasuh Ponpes Sunan Gunungjati, Kismantoro, KH Sutrisno Yusuf.

Ida juga sempat melakukan pertemuan dengan pengurus Fatayat, Muslimat, IPPNU Jatisrono. Dalam kesempatan ini juga berlangsung dialog, antara lain tentang pupuk, maupun madrasah.

Leave A Comment

%d bloggers like this: