WONOSOBO – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menegaskan, saat sekarang butuh sosok-sosok perempuan yang bisa berperan sebagai pengambil kebijakan.

“Semangat ini pula yang diusung para pendiri Muslimat maupun pendiri Fatayat, puluhan tahun silam. Semangat itu pula yang ingin saya usung saat ini,” ujar Ida saat bersilaturahmi dengan ratusan anggota Muslimat Wonosobo, di Wonosobo, Minggu (6/5).

Menurut Ida, keberadaan perempuan yang bisa berperan sebagai pengambil kebijakan akan bisa mengerti apa yang dibutuhkan kaum perempuan.

“Jadi disini saya mohon doa restunya untuk maju dalam Pilgub ini. Bukan kepentingan pribadi yang saya usung, melainkan untuk mewakili kepentingan kaum perempuan,” tegasnya.

Terpenuhinya kebutuhan atau kepentingan perempuan dalam berbagai bidang, kata Ida, akan menjadikan mereka sehat dan kuat.

“Jika perempuan sehat, dan kuat tentu akan membawa kebaikan bagi keluarganya, lingkungannya, dan lingkup yang lebih luas lagi,” kata Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini.

Dalam kesempatan itu, Ida juga menguji para anggota Muslimat tentang organisasi yang mereka ikuti. Ida melontarkan beberapa pertanyaan, seperti kapan Muslimat berdiri, maupun para pendirinya.

Mereka yang bisa menjawab pertannyaan, diberi buku tentang perempuan hasil karya Ida Fauziyah sendiri.

Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Ida Masruroh mengajak semua pengurus dan anggota organisasi ini untuk tidak golput dalam Pilgub Jateng pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Suara kita semua menentukan pemimpin dan pembangunan di provinsi ini di masa mendatang,” katanya.

Di Wonosobo, Ida juga melakukan silaturahmi dan mohon doa restu dengan Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Al-Asy’ariyyah, Kalibeber, Wonosobo KH Asad Al Hafidz.

Banyak nasehat yang diberikan Kiai Asad kepada Ida dalam perjalanannya untuk menjadi wakil gubernur Jawa Tengah.

Leave A Comment

%d bloggers like this: