Di hadapan pimpinan partai koalisi Kabupaten Cilacap, calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said memaparkan bahwa dirinya dengan Ida Fauziah merupakan pasangan saling melengkapi, maka diyakini bakal tepat sebagai pemimpin Jawa Tengah.

Sudirman Said mengatakan bahwa dirinya dan Ida merupakan pasangan calon yang saling melengkapi.

“Nomor satu dari jenis kelamin. Ini pasangan normal, lanang – wadon. Ini bukan soal diskriminasi, tapi malah karena lelaki perempuan, aspek-aspek perempuan akan sangat tajam diperhatikan pada pasangan ini. Karena mbak Ida perempuan, perhatiannya pada perempuan sangat tinggi. Karena jumlah penduduk dan pemilih lebih banyak dari lelaki,” katanya, Sabtu (10/3).

Selain itu, Pak Dirman mengutarakan bahwa dirinya banyak berpengalaman di bidang eksekutif.

“Beberes Aceh setelah tsunami, beberes PINDAD, beberes ESDM beberes Pertamina, beberes Mafia Migas, dan itu wilayah kerja eksekutif. Kerja melakukan terobosan-terobosan,” katanya.

Sementara mbak Ida, lanjutnya, sangat pengalaman di legislatif. Tercatat Ida Fauziah empat periode sebagai anggota DPR RI, terakhir menjabat ketua fraksi. Pernah memimpin pergerakan Fatayat dan sekarang masih aktif di PBNU.

“Secara profesi tadi satunya kuat di eksekutif, satunya di legislatif. Kenapa diperlukan? Kalau APBD ke depan mau disusun reformarsi besar-besaran, maka tidak mungkin dijalankan tanpa dukungan DPRD. Maka peran mbak Ida akan sangat menentukan komunikasi sangat penting. maka kedua peran itu harus sama kuat,” katanya.

Selain itu, keduanya juga saling melengkapi secara kultur. Pak Dirman mengatakan karena mbak Ida dari PKB, secara kultur, mbak Ida kuat di Nahdliyyin.

“Saya meski lahir di lingkungan Nahdliyyin namun besar di kalangan Muhammadiyah. Ini akan sangat melengkapi,” tandasnya.

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan nantinya, menurut Pak Dirman, Mbak Ida akan lebih menyelami persoalan sosial kemasyarakatan, sementara dirinya lebih ke persoalan regulasi kepemerintahan.

Leave A Comment

%d bloggers like this: