Sudirman Said memaparkan konsep pengupahan buruh di Jawa Tengah lima tahun ke depan jika terpilih sebagai gubernur Jawa Tengah, Selasa (10/4). Hal utama yang digaris bawahi pasangan Ida Fauziah tersebut adalah sikap saling percaya.

Sudirman Said menjelaskan soal pengupahan tersebut dalam acara dialog dengan APINDO, di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (10/4) saat ditanya oleh panelis, Anne.

Sudirman Said menjelaskan sebelum menjawab soal pengupahan, berbicara buruh juga terdapat persoalan lain, yakni soal peningkatan tenaga kerja.

“Saya melihat sesuatu lebih berjarak agar bisa menyimak keadaan dengan seutuhnya. Pendidikan vokasi kita tidak sekadar padat karya, tapi behavioral, karena itu akan mampu mengubah pola pikir, dan perubahan perilaku yang berimbas pada etos kerja,” katanya.

Akhirnya, katanya, jika orang etos kerjanya yang disentuh maka pekerja akan mencari dan melakukan mana yang terbaik.

Terkait kebijakan pengupahan, Pak Dirman bakal mengedepankan soal dialog, rembugan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah.

“Saya percaya pada dialog, karena yang biasa menjadi rumit adalah jika pihak serikat pekerja dan pengusaha sudah seberang-seberangan. Dialog, antara pekerja pengusaha dan pemerintah yang akan menyelesaikan,” katanya.

Selain itu, Pak Dirman juga menegaskan harus menjaga bahwa aktivitas buruh agar tidak terlalu condong atau menarik pada hal politis.

“Kita harus menjaga suasana adem, tidak seberang-seberangan, apalagi ditarik dalam ranah politis,” katanya.

Hubungan atau interaksi antar tiga unsur itu, kata Pak Dirman, tidak hanya sebatas penetapan UMK. Banyak hal yang menurut Pak Dirman bisa dan mesti dilakukan antara tiga elemen itu. Pendidikan kesehatan dan keamanan kerja, misalnya.

“Mari kita buka peta Jawa Tengah, kita petakan mana-mana yang kita bisa tanami investasi dan kita tingkatkan iklim ini,” tandasnya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: