Keberlangsungan madrasah diniyah (Madin) di Jawa Tengah menjadi titipan khusus KH. Ahmad Chalwani kepada calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said. Karena saat ini keberadaan Madin terancam, terutama dengan diterapkannya full day school.

Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mendapat pesan khusus tersebut saat sowan ke Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Purworejo Rabu (14/3).

“Beliau menitip pesan yang sangat penting supaya madrasah Diniyah bakda Dzuhur itu dijamin kelangsungannya,” kata pria yang berhasil membuka tabir kasus papa minta saham tersebut.

Pak Dirman menegaskan bahwa pesan itu sesuai dengan programnya bersama Mbak Ida Fauziah yang komit untuk memperkuat pendidikan berbasis akhlak dan karakter.

“Ini sesuatu yang harus dijaga bersama. Bukan hanya dihidupkan tapi terus didukung termasuk alokasi anggaran. Maka kami punya program dan APBD yang pro santri, pro perempuan dan pro orang kecil,” katanya.

Intinya, lanjut Pak Dirman, ini ikhtiar, meski bekerja keras namun harus tetap berserah diri pada Allah. Karena apapun usaha kita pada akhirnya yang menentukan yang di atas (Tuhan).

Sementara itu, KH Ahmad Chalwani menegaskan bahwa pesan yang paling penting adalah madrasah Diniyah bakda Dzuhur jangan sampai mati.

“Karena sekarang sudah mulai mati,” katanya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: