Menerawang Spirit Perjuangan Muhammadiyah dalam Prioritas Program Sudirman Said Ida Fauziyah

Masyarakat Jawa Tengah akan segera menyambut hajatan besar, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk tahun 2018-2023. Dalam Pilkada Jateng kali ini, Sudirman Said dan Ida Fauziyah hadir sebagai penantang calon petahana Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. Sudirman Ida juga menjadi alternatif bagi kepemimpinan Jawa Tengah yang akan datang. Berbekal nama besar dan pengalaman yang mumpuni, Sudirman Ida datang membawa program keumatan yang nyaris serupa dengan spirit perjuangan Muhammadiyah.

Visi besar “Mbangun Jateng Mukti Bareng”, jelas menunjukan keinginan luhur pasangan Sudirman Ida untuk membangun Jawa Tengah untuk kesejahteraan bersama seluruh warganya. Visi besar itu diturunkan dalam 3 program prioritas yaitu, penurunan angka kemiskinan hingga 6% dalam 5 tahun, menciptakan 5juta lapangan pekerjaan dan membangun pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.

Mencermati 3 program prioritas tersebut, nampak bahwa apa yang menjadi prioritas Sudirman Ida sama dengan spirit perjuangan Muhammadiyah. Muhammadiyah lahir pada 1912 dengan semangat menjawab kebutuhan krusial masyarakat. Muhammadiyah memandang, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan sebagai persoalan krusial bangsa Indonesia. Keseriusan muhammadiyah dalam menjawab persoalan dan kebutuhan bangsa itu dapat tercermin dalam gerakan pembaharuanya melalui sektor pendidikan. KH Ahmad Dahlan membuat gebrakan besar yang awalnya menuai respon pesimisme dan protes dari kalangan petinggi agama dan budaya dijogja pada waktu itu. Dahlan membuat sekolah yang notabene waktu itu, sekolah hanya untuk kaum tertentu saja. Pendidikan bagi kyai Dahlan amat sangat penting untuk membebaskan kaum mustadafin dari kemiskinan yang bertahun-tahun mereka alami.

Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar. Bagi Muhammadiyah, dakwah bukanah sekedar tabligh yang bersifat verbalistis, ceramah dan seremoni keagamaan yang berorientasi spritual melulu, tetapi lebih menekankan pemahaman yang komperehensif dan pengalaman yang bersifat solutif. Dakwah adalah proses pencerahan, pembebasan dan pemberdayaan umat. Bagi Muhammadiyah, ajaran dasar Al-Quran dan Sunah harus membumi. Seperti ditulis K.R.H Hadjid, K. H Ahmad Dahlan mengulangi pengajaran surat Al-Ma’un sampai tujuh kali, karena murid-muridnya belum mengamalkan secara konkrit. Ketika salah seorang muridnya mengaku sudah mengamalkannya dengan cara membaca surat Al-ma’un da;am bacaan sholat, K.H Ahmad Dahlan menegaskan bahwa pengamalan tersebut belum sempurna. K.H Ahmad Dahlan kemudian mengajak murid-muridnya kepasar dan meminta mereka melakukan sesuatu untuk orang miskin dan gelandangan. Para murid K.H Ahmad Dahlan kemudian memberikan santunan sesuai kemampuan masing-masing. Dari sinilah lembaga embrio berdirinya Lembaga Penolong Kesengsaraan Umum (PKU) yang sampai sekarang berkembang dalam bentuk rumah sakit, klinik, panti asuhan dan bentuk pelayanan sosial lainnya.

Semangat Al Maun, nampaknya merasuk dalam semangat Sudirman Ida dalam membangun Jawa Tengah. Di akhir tahun 2017, jumlah penduduk miskin Jawa Tengah mencapai 13,01% itu artinya jumlah penduduk miskin Jateng mencapai 4.450.000 Jiwa atau setara dengan jumlah penduduk di 6 Kabupaten di Jawa Tengah. Angka kemiskinan ini tentu cukup fantastis mengingat Jawa Tengah memiliki sumber daya alam yang memadai sekaligus ditopang dengan infrastruktur ekonomi yang memadai. Realita ini yang nampaknya menjadikan Sudirman Ida menempatkan penurunan angka kemiskinan dalam prioritas utama dalam membenahi membangun Jawa Tengah.

Mengurai persoalan kemiskinan tentu juga bukan persoalan yang mudah. Kemiskinan merupakan persoalan yang sangat komplek, namun bukan berarti mustahil. Pada periode Bibit Waluyo sebagai gubernur Jawa Tengah, dia berhasil menurunkan angka kemiskinan sampai 4,55%. Jadi angka 6% sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Dalam rangka mencapai penurunan angka kemiskinan itu Sudirman Ida melalui prioritas kerja yang kedua berkomitmen untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dengan menciptakan 5 juta wirausahawan baru. Prioritas kerja itu kembali selaras dengan pemikiran-pemikiran organisasi Muhammadiyah. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Muhammadiyah mencanangkan bidang ekonomi sebagai pilar ketiga gerakan dakwahnya. Pencanangan ini bermakna bahwa pengembangan ekonomi persyarikatan dan warga persyarikatan menjadi bidang dakwah utama yang dianggap strategis sebagaimana bidang pendidikan dan kesehatan yang sudah menjadi pilar dakwah Muhammadiyah.

Pencanangan bidang ekonomi sebagai pilar ketiga sekaligus menandai ciri Islam berkemajuan yang menjadi spirit gerakan dakwah Muhammadiyah. Dengan pencanangan ini, diharapkan akan tumbuh amal usaha ekonomi Muhammadiyah di masa mendatang. Dengan demikian, ketika berbicara tentang Muhammadiyah, tidak hanya berbicara tentang sekolah dan perguruan tinggi di bidang pendidikan atau berbicara rumah sakit di bidang kesehatan, tetapi juga berbicara pabrik-pabrik dan perkebunan yang dimiliki Muhammadiyah.

Selanjutnya, keinginan Sudirman Ida dalam prioritas ketiga adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi. Selain kemiskinan dan pengangguran yang menggurita, korupsi menjadi problem bagi bangsa ini. Bagaimana tidak, pejabat pemimpin yang sejatinya melaksakan amanat rakyat justru mengkhianati rakyat. Dari hari ke hari daftar kepala daerah yang tertangkap dan terlibat kasus korupsi makin panjang. Tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama. Maka sungguh tepat jika menciptakan pemerintahan yang bersih menjadi prioritas.

Muhammadiyah sebagai bagian organisasi masyarakat terus menerus berteriak kencang atas persoalan korupsi. Teriakan anti korupsi baru-baru ini keluar dari Ketua PP Muhammadiyah Haedar Natsir. “Yang ditangkap kan terus bertambah dari tahun ke tahun, kepala daerah yang korupsi juga bertambah. Satu, agar KPK punya planning yang sangat bagus ke depan dalam konteks pembinaan preventif maupun di dalam pengusutan, atau tugas KPK yang bersifat pemberantasan,” kata Haedar di Yogyakarta. Selain itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah juga menempatkan korupsi sebagai musuh utama dan bahkan menyerukan Jihad melawan Korupsi.
Jadi setidaknya, 3 program prioritas yang digagas oleh Sudirman said Ida Fauziyah dalam kontestasi pemilihan Gubernur tahun ini kita dapat menerawang adanya spirit perjuangan Muhammadiyah didalamnya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: