SOLO–Calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said mengajak anak-anak muda yang aktif menggunakan media sosial untuk mengukir prestasi sehingga jejak digital yang ditinggalkan isinya prestasi dan reputasi yang baik.

Pak Dirman menyampaikan hal itu saat berbicara di hadapan ribuan anak muda yang hadir dalam acara Mata Najwa on Stage bertajuk Republik Digital, Sabtu (12/5) malam di Lapangan Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah.

“Jejak digital itu sulit dihilangkan karena itu anak-anak muda yang aktif di media sosial ukirlah prestasi dan buat reputasi yang baik agar punya rekam jejak yang baik juga di media sosial,” kata Pak Dirman.

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, media sosial memberi dampak yang positif bagi mereka yang membangun preatasi dan reputasi. Sebaliknya memberi dampak yang kurang baik atau negatif bagi mereka yang memiliki catatan buruk.

“Karena begitu orang googling yang keluar catatan-catatan kita yang pernah melakukan ini dan itu. Kita tidak bisa sembunyi,” imbuh dia.

Pak Dirman sendiri merasa media sosial memberikan dampak positif bagi dirinya dalam konteks pemilihan kepala daerah di Jateng. Sebagai pendatang baru ia menuai kenaikan popularitas atau tingkat pengenalan berpuluh kali lipat dibanding ketika baru masuk Jawa Tengah.

“Saya mulainya nol koma. Sekarang naik berpuluh kali lipat. Salah satunya karena media sosial,” terang dia.

Sebagai sarana komunikasi publik media sosial cukup efektif. Namun, lanjutnya, jangan melupakan tugas utama.

“Jangan sibuk bermedia sosial lantas lupa pekerjaan utama. Media sosial penting untuk komunikasi tetapi tidak bisa menyelesaikan persoalan. Persoalan tidak bisa diselesaikan hanya dengan vlog atau selfie,” imbuh dia usai acara yang juga dihadiri Menkominfo Rudiantara, Ganjar Pranowo, Nadiem Makarim (pendiri Gojek), Bayu SKAK (Youtuber), dan Gibran Rakabuming (Putra Presiden Jokowi).

Leave A Comment

%d bloggers like this: