SEMARANG – Calon Gubernur Jawa Tengah, nomor urut 2, Sudirman Said menyambangi tempat relokasi Pasar Johar di Jalan Soekarno-Hatta, Semarang, Minggu (10/6/18). Kedatangannya untuk mengapresiasi para pahlawan ekonomi dari Jawa Tengah tersebut. Dalam kunjungannya, Pak Dirman dicurhati sejumlah pedagang karena masih banyaknya pungutan liar yang dilakukan sejumlah oknum tak bertanggungjawab.

“Pungutan liar ini memang sumber masalah, dan ternyata tak hanya di pemerintahan. Di lingkungan terbawah seperti pasar juga sudah merebak. Kondisi ini jelas merugikan pedagang,” kata Pak Dirman ditengah Silaturrahmi dengan pedagang Pasar Johar tersebut.

Pak Dirman menambahkan, pungli yang terjadi karena banyak kepala daerah yang korupsi sehingga tak memperhatikan rakyatnya. Bahkan, di Jateng lebih dari 80% kepala daerah berurusan dengan korupsi. Salah satu alasan terjadinya korupsi karena ada unsur keleluasaan dalam berkuasa,
“Korupsi ada karena keleluasaan yang di salah gunakan. Untuk memutus mata rantainya ya harus pilih pemimpin amanah yang tak berurusan dengan korupsi,” sambungnya.

Dalam dialog dua arah tersebut, Pak Dirman mengingatkan kepada para pedagang relokasi pasar johar untuk terus berjuang dalam keterbatasan. Ia mengapresiasi semangat pedagang di Johar karena sudah berjuang untuk memutar roda pemerintahan di Jateng. “Apapun yang terjadi dalam keterbatasan, teruslah berjuang karena kita sendirilah yang bisa menentukan nasib kita,” tambahnya.

Di akhir silaturahmi, Pak Dirman berjanji akan memperhatikan pasar-pasar tradisional di Jateng. Sebab, bagaimanapun juga pasar termasuk urat nadi perekonomian masyarakat. Untuk itu, jangan sampai ternodai dengan adanya pungli. Karena pedagang di pasar mengais rejeki dan mendapatkan keuntungan yang tidak besar. “Pasar tradisional harus diperhatikan, karena dari situlah ribuan masyarakat Jateng menggantungkan hidupnya. Jadi harus ada ketegasan agar tak ada pungli di pasar,” tegasnya.

Pak Dirman mengajak agar para pedagang dan masyarakat mempertahkan sejarah pasar Johar sebagai pasar besar yang melegenda di Semarang dan Jateng. Dan semua itu bisa terwujud jika Gubernurnya memiliki komitmen untuk menjaga pasar tradisional. Pak Dirman juga meminta doa dan dukungan agar bisa menang dalam Pilgub, agar keinginannya memberantas pungli dan membesarkan pasar tradisional bisa diwujudkan secepatnya. “Maka pilih pemimpin yang bersih yang jauh dari kepentingan pribadi, jangan gantungkan nasib kita pada pemimpin yang korup,” tutup Pak Dirman.

Leave A Comment

%d bloggers like this: