SRAGEN – Calon Gubernur Jawa Tengah Nomor urut 2, Sudirman Said menilai jika rakyat kecil memang belum diurus pemerintah. Masyarakat grassroot seperti petani, nelayan dan lainnya tak diurus dan tak diperhatikan pemerintah. “Delapan bulan lebih saya keliling Jateng, dan memang banyak kebijakan yang semakin menyengsarakan rakyat kecil,” katanya saat sarasehan dengan warga di Dukuh Gunung Sono, desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Sragen.

Pak Dirman mencontohkan, kebijakan kartu tani justru merepotkan karena petani harus ribet. Ada juga kebijakan pelarangan cantrang, yang secara langsung mengurangi pendapatan nelayan di Jateng. “Jika saya jadi, kartu tani akan dicabut karena menyengsarakan petani,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, menyebut jika warga kawasan pesisir Waduk Kedongombo merupakan pahlawan. Karena sudah merelakan tanah meski terpaksa untuk dibangun Waduk terbesar dan menghidupi jutaan masyarakat. “Air sumber kehidupan dan air di Waduk Kedongombo sudah memberkina berkah untuk masyarakat dan tanaman pertanian,” katanya.

Ia mengaku akan memperhatikan warga pesisir Kedungombo jika terpilih sebagai Gubernur. Ia mengajak masyarakat memilih pemimpin yang bersih, suka bekerja dan amanah untuk rakyat. Dan yang harus dilakukan adalah bagaimana memaksimalkan potensi alam yang ada di sekitar Waduk Kedungombo. Potensi air yang melimpah harus dimaksimalkan, baik untuk pertanian, perikanan maupun destinasi wisata. “Masalah apapun bisa diselesaikan jika pemimpin duduk bareng masyarakat. Nanti akan saya bentuk tim khsusus menyelesaikan persoalan di Kedungombo ini, agar kesejahteraan warga bisa terwujud” tambahnya.

Ketua Paguyuban Petani Gunung Sono, Wajiman, mengatakan warga pesisir Waduk Kedongombo banyak yang mengeluh kondisi perekonomian, infrastruktur dan bahkan pendidikan yang belum diperhatikan pemerintah. Mereka berharap, Sudirman Said bisa terpilih menjadi Gubernur Jateng dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, warga banyak yang kehilangan mata pencaharian karena lahan pertanian lenyap pasca pembangunan Waduk Kedongombo. “Jika surut bisa tanam, jika pasang nganggur,” keluhnya.

Kondisi daerah pesisir Kedungombo cukup tertinggal dibandingkan daerah lain. Baik dari ekonomi, infrastruktur, pendidikan maupun kesejahteraan. Semua itu tak lepas dari proyek dari keberadaan Kedungombo yang menyebabkan sekitar 18 ribu KK di tiga Kabupaten termasuk Boyolali, Grobogan dan Sragen kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Dan ironisnya masih belum ada solusi dan perhatian baik dari Pusat, Pemprov maupun pemerintah daerah. “Kami berharap Pak Dirman bisa memperbaiki kondisi itu agar lebih baik. Dampak Kedungombo masih menyisakan persoalan dengan warga,” ucapnya.

Warga mengaku berterimakasih atas kedatangan Sudirman Said yang mau turun ke bawah. Dan bahkan mendengarkan dan berjanji akan memperhatikan warga pesisir Kedungombo. Sebab, selama berpuluh-puluh tahun belum ada yang datang ke pelosok desa tersebut. “Baru ini ada Calon Gubernur yang kesini, harapannya ke depan warga pesisir Kedungombo semakin baik lan sejahtera,” tambahnya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: