Calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said mengatakan tak ada alasan Jateng tidak maju. Dengan sumber daya alam yang melimpah, ditambah sumber daya manusia yang mumpuni jelas Jateng bisa lebih baik lagi. Dengan catatan potensi pantai, pertanian, perikanan dan wisata sangat besar, harus benar-benar bisa dioptimalkan.

“Jumlah penduduk di Jateng mencapai 34 juta, jadi sebenarnya tak ada alasan untuk menjadi daerah tertinggal. Harusnya bisa lebih baik dari provinsi lain,” kata Pak Dirman saat Dialog dan Buka Bersama dengan Lintas Asosiasi se Jateng di Hotel Patra Jasa, Sabtu (2/6/2018)

Tetapi sayang, kenyatan di lapangan sangat kontras dengan potensi yang dimiliki Jateng. Pendidikan tertinggal, kemiskinan masih tinggi dan masyarakat sangat jauh dari kesejahteraan. Dan masyarakat banyak yang mengeluh karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah belum pro rakyat kecil. “Ini tantangan besar, dan saya bersama mbak Ida jika terpilih akan memperbaikinya. Jadikan Jateng rumah bersama dan maju,” ucapnya.

Pak Dirman sempat mendengarkan keluh kesah dan masukan dari 27 Asosiasi se Jateng. Ia berjanji akan merealisasikan 22 program kerjanya yang sudah bisa mengkaver semua keluhan tersebut. Mulai kesejahteraan petani, GTT/PTT, aksesbilitas bagi disabilitas sampai keluhan dari bidan dan petani. “Harusnya apa yang mereka inginkan diperhatikan, karena itu kebutuhan dasar. Misalnya seperti akses bagi disabilitas dan honor guru GTT/PTT yang kecil,” tandasnya.

Perwakilan GTT/PTT Cilacap, Qumar meminta agar Sudirman jika menjadi Gubernur lebih memperhatikan GTT/PTT. Harus ada upaya mendorong agar ada SK honorer di kabupaten/kota se Jateng. Karena selama ini, keberadaan GTT/PTT tak diperhatikan dan kesejahteraan sangat minim. “Kami siap mendukung, harapannya ke depan nasih GTT/PTT bisa lebih baik dan sejahtera,” katanya.

Setidaknya ada 27 asosiasi di Jateng yang menyatakan dukungan kepada Sudirman – Ida Fauziyah agar bisa menang dalam Pilgub. Mereka siap memenangkan dan menggerakan masyarakat agar mendukung pasangan tersebut. Seperti Asosiasi Penyuluh Jateng, Perkumpulan GTT/PTT, Persatuan Modin Jateng, PHRI Semarang, Komunitas Disabilitas Jateng, KSPN Jateng, Asosiasis Bidan se Jateng, Komunitas Disabilitas Jateng, serta sejumlah asosiasi se Jateng.

Leave A Comment

%d bloggers like this: