RMOL. Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menargetkan sampai akhir Januari tim relawan terbentuk di seluruh desa. Relawan seluruh kecamatan di enam eks karesidenan yang berjumlah kurang lebih 2000 relawan sedang menggelar musyawarah, Kamis (25/1).

Tim relawan Calon Gubernur (Cagub) – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah Sudirman Said – Ida Fauziah, Tim Perjuangan Merah Putih terus melakukan penyisiran tim kerja pemenangan.

“Kita terus bekerja karena ini evolusi. Setelah relawan membantu, datanglah partai- partai. Semua ini kekuatan, evolusi harus dikelola demi kemenangan di gelaran Pilgub Jateng mendatang,” tegas Pak Dirman kepada RMOL Jateng usai bertemu dengan ribuan relawan di Posko Kemenangan Jalan Pamularsih Raya, Kota Semarang, hari ini.

Pak Dirman mengatakan secara bertahap pembentukan tim relawan akan terus berlangsung dan semua tim akan terus bergerak. Saat ini sebanyak enam karisedanan sudah terbentuk tim relawan. Enam karisidenan itu terdiri dari Karisidenan Pekalongan, Karisidenan Banyumas, Karisisdenan Kedu, Karisidenan Solo, Karisidenan Semarang dan Karisidenan Pati.

“Hari ini enam karesidenan telah melakukan musyawarah mengumpulkan penggerak. Akhir bulan ini seluruh desa akan terbentuk tim relawan dan akan bekerja bersama partai,” kata Pak Dirman.

Pak Dirman menegaskan spirit perjuangan di tingkat bawah sangat penting sehingga di setiap karisidenan ditempatkan masing-masing sebanyak lima orang sebagai motor. Kemudian setiap Kabupaten ada sebanyak lima orang juga sebagai motor penggerak. Tiga orang relawan masing-masing per kecamatan juga tersebar di sebanyak 573 kecamatan. Jumlah total relawan kami yang tersebar di enam karisidenan kurang lebih sebanyak 2000 orang relawan dan besar kemungkinan saat ini akan terus bertambah,” bebernya.

Pembentukan tim relawan tersebut, Pak Dirman, sebagai bukti bahwa masyarakat mengapresiasi semangat juang karena masyarakat Jateng sangat menghargai daya juang. “Kalau ada yang mengatakan Jawa Tengah money politik tidak benar, kecuali orang- orang yang akan melakukan money politik dan money politik lama-lama akan ditolak,” katanya.

Money politik, lanjut Pak Dirman, adalah sebuah jebakan untuk terus berada dalam politik yang kotor, melahirkan pemimpin yang ujungnya harus mencuri. Sehingga tak heran jika banyak pemimpin daerah Bupati/Wali Kota yang tertangkap dan harus mengembalikan hasil curiannya. Menyikapi kasus yang menjerat pemimpin daerah di Jawa Tengah, dirinya mengatakan harus ada perubahan.

“Jika ingin kondisi ini berlanjut akan memilih pemimpin lama, jika ingin suasana berubah, keadaan baru maka pilih yang baru. Karena yang baru pasti membawa cara yang baru,” jelasnya.

Menyikapi kekuatan incumbent, dirinya tidak khawatir. Masing-masing punya kekuatan, karena semua akan memanfaatkan jaringan-jaringannya. Tugas saya bersama relawan dan partai adalah menyakinkan masyarakat. Saya ingat ungkapan Bu Ida (pendampingnya), jadikan ajang ini untuk fastabiqul khoirot, berlomba dalam kebaikan. Jateng harus menciptakan pemimpin yang dibanggakan warganya, yakni warga tidak malu ketika menyebut pemimpinnya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Tim Perjuangan Merah Putih Ali Khamdi menegaskan pergerakan relawan semakin solid, dengan semakin banyaknya ymasyarakat yang tergabung.

“Saat ini relawan di seluruh kecamatan berkumpul di masing-masing karesidenan, menguatkan genggaman dan saling support perjuangan demi Mbangun Jateng Mukti Bareng,” pungkas Ali Kamdi. (hen)

Sumber : http://www.rmoljateng.com/read/2018/01/25/48/Pilgub-Jateng,-Ribuan-Relawan-Siap-Menangkan-Sudirman–Ida-

Leave A Comment

%d bloggers like this: