Hadiri Apel Bawaslu, Pak Dirman Baca Sajak untuk Warga Jateng

MAGELANG – Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said membacakan sajak Pilkada untuk warga Jateng. Sajak tersebut dibacakan pria yang akrab disapa Pak Dirman ini saat menghadiri apel pengawas pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Lapangan Lumbini kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Rabu (14/2/2018).

“Cukup sudah, KPK menangkap 93 kepala daerah, ada bupati dan walikota dari 72 penjuru wilayah, ada gubernur, pemimpin 21 provinsi harus memakai rompi merah, cukup sudah, angan lagi kita menambah,”kata Pak Dirman didampingi Calon Wakil Gubernur Ida Fauziyah.

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2014-2016 ini meneruskan sajaknya, bahwa cukup sudah, koruptor menggondol 203,9 triliun rupiah.

“Itu setara dengan 10 tahun APBD Jawa Tengah, sama nilainya dengan 4 juta ruang-ruang kelas sekolah, jumlah itu cukup untuk membangun 66 ribu puskesmas di santero wilayah, jika dibagikan kepada seluruh petani Jawa Tengah, maka tiap mereka mendapatkan 122 juta rupiah,”paparnya lagi.

Sebagi informasi, Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah dan Panitia Pengawas Kabupaten Magelang menggelar apel pengawas pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng yang diikuti sekitar 700 penyelenggara pilkada se Jawa Tengah dari unsur Panwas dan KPU tersebut juga dihadiri Ketua Bawaslu RI Abhan dan Ketua Bawaslu Jateng M. Fajar S. A. K. Arif.

Berikut sajak Pak Dirman untuk warga Jateng

Sajak untuk Warga Jateng

 

Cukup sudah,..

KPK menangkap 93 kepala daerah

ada bupati dan walikota dari 72 penjuru wilayah

Ada gubernur, pemimpin 21 provinsi harus memakai rompi merah

Cukup sudah,…Jangan lagi kita menambah….

 

Mengapa tak juga jera…

menyaksikan 480 pejabat publik masuk penjara

25 menteri/kepala lembaga diantaranya

4 orang duta besar terseret juga

175 eksekutif dari berbagai strata, eselon satu sampai eselon tiga

dan…144 anggota parlemen di pusat dan daerah pun ikut serta

 

Cukup sudah,..

koruptor menggondol 203,9 triliun rupiah

itu setara dengan 10 tahun APBD Jawa Tengah

sama nilainya dengan 4 juta ruang-ruang kelas sekolah

jumlah itu cukup untuk membangun 66 ribu puskesmas di santero wilayah

jika dibagikan kepada seluruh petani jawa tengah…

maka tiap mereka mendapatkan 122 juta rupiah..

 

Berbenah diri,.. inilah saatnya

Tahun ini Jawa Tengah punya 8 Pilkada

1 Provinsi, 5 kabupaten, dan 2 kota

Inilah saat para makmum mencari imamnya

Mempertahankan yang baik, mengganti yang tak punya karya nyata

Memilih yang jujur, mau bekerja

Menyimgkirkan yang korupsi dan mengkhianati warga

 

Jawa tengah adalah kesempatan besar…

29 kabupaten, 6 kota, 573 kecamatan 7.809 desa, 750 kelurahan menyebar

33,2 juta penduduknya, menghuni wilayah 3,2 juta hektar

ditopang oleh 8 waduk besar, dialiri 19 sungai-sungai lebar

32 pantai wisata, 30 cagar alam, dan hutan bakau puluhan ribu hektar

di 7 wilayah pegunungan, bersemayam 6 gunung api yang amat tenar

sungguh potensi kekayaan alam, yang tak boleh dibiarkan.. telantar..

 

 

ada yang menyebut, jawa Tengah adalah tulang punggung republik

menjadi perlintasan banyak budaya, rumah bersama beragam etnik

melahirkan manusia-manusia tangguh, cerdas, dan terdidik

menyimpan beragam ragam budaya, dari kesenian, kuliner, hingga corak batik

mengirim 32 pahlawan nasional, ada tentara, aktivis sosial, dan pejuang politik

tanah dimana 4,5 juta milenials menyongsong masa depan yang harus dipetik…

 

Jawa Tengah harus dibangun menjadi provinsi yang membanggakan

Tempat persemaian kader muda, pemilik masa depan

Kawah candradimuka, para pencari makna yang sedang menempuh perjalanan

Tujuan akhir, kemana orang-orang tua kita kelak hendak diantarkan

 

Dan…Hanya kalau para pemimpinnya satukan kata dan perbuatan

Warga Jateng tegak kepala, bangga menggerakkan segala lapisan

 

Hari-hari ini, kita diuji makna kebersamaan

Berpolitik sebagai ajang kegembiraan

Mengajak segenap warga menyongsong perubahan

Mengerahkan segala akal budi mendorong pembaharuan

Mengembalikan politik pada tempat yang dimuliakan

 

Politik dahulu adalah jalan perjuangan

Yang dilawan adalah kebodohan, kemiskinan

Politik digunakan untuk melenyapkan ketidakadilan, dan penindasan

Bahkan…seorang Kyai Besar berfatwa..Politik adalah jalan Tuhan

Ladang amal, cara manusia memperbaiki kehidupan

Ikhtiar mulia agar kita di dunia dan di akhirat.. diselamatkan

 

Di Borobudur ini ..kita bersaksi

Berikrar, bahwa pilkada ini hanya kontestasi

Pilkada bukan permusuhan, melainkan kompetisi

Pilkada jangan jadi ajang adu otot dan materi

Ia harus jadi sarana penyegaran dan uji kompetensi

Lomba kebajikan, adu integritas, dan unjuk reputasi

Fastabikhul khairaat,..kata para kyai dan guru ngaji

 

Demokrasi adalah partisipasi, bukan mobilisasi

Hindari politik uang, pecah belah dan agitasi

Ajak rakyat memilah dan memilih dengan nurani

Bukan diapusi dengan iming-iming materi

Bukan pula ditakuti dengan intimidasi

 

Mari, dengan rendah hati kita jalani

Agar Tuhan Sang Maha Kuasa, Sang Maha Pemberi

Menurunkan rahmat pada seisi bumi

Agar rakyat beroleh manfaat sejati

Gemah Ripah Loh Jinawi

Rakyat sehat, sejahtera, cerdas berisi

Hingga tunai, cita-cita para pendiri negeri

 

Borubudur, 14 Februari 2018

 

 

Leave A Comment

%d bloggers like this: