Semarang – Kejadian yang menimpa siswa SMAN 1 Semarang Anindya Helga dan Muchammad Afif Ashor menarik simpati berbagai pihak. Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said salah satunya.

Anin dan Afif dikeluarkan pada 6 dan 7 Februari secara sepihak oleh pihak sekolah usai diduga melakukan tindak kekerasan dan bullying.

“Saya harus mendalami itu semua. Tapi secara sepintas saya ingin mengingatkan bahwa pendidikan. Itu tidak hanya untuk membangun pengetahuan tapi juga kreativitas dan inisiatif anak-anak,” katanya, Sabtu (3/3).

Jadi, lanjut Pak Dirman, keseimbangan antara pendidikan di ruang kelas dan organisasi penting dijaga. Tindakan yang terlalu keras terhadap aktivitas organisasi akan membuat mereka akan terganggu dalam pengembangan kreativitas.

“Jadi tetap harus dilihat hati-hati. Tapi bagaimanapun yang diutamakan harus kepentingan siswa,” katanya.

Tentu saja jika ada kasus bullying terbukti harus ada tindakan. Tapi menurut pria yang berhasil membubarkan Petral tersebut harus kembali pada spirit pendidikan, di samping membangun pengetahuan adalah membangun etitut dan perilaku.

“Pengembangan keterampilan kreativitas cara mereka memperoleh liveskill. Dan berorganisasi termasuk bagian pembangunan etitude dan perilaku. Harus ada keseimbangan,” katanya.

Secara keseluruhan, lanjutnya, memang sejak beberapa tahun terakhir pengelolaan SMA dan SMK diambil alih oleh provinsi, jadi sudah waktunya Pemprov mengambil tindakan.

“Karena selain soal bully, juga persoalan lain banyak yang melilit SMA dan SMK. Saya rasa apa ini adalah alarm bagi kita,” katanya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: