Sudirman Said Janji Perhatikan Pesantren Dan Rakyat Miskin Jateng

Semarang, Gatra.com – Calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said terus menggalang dukungan. Selain coba merebut hati masyarakat bawah, ia juga menjanjikan beri perhatian pada pesantren.

Sudirman mengatakan, jika rakyat memberi kepercayaan kepada dirinya memimpin Jateng, maka dia akan menjadi gubernurnya orang miskin.

Pasalnya, kata dia, kemiskinan di Jateng sudah sangat akut, sehingga perlu penanganan secara serius dan khusus.

“Saya akan jadi gubernurnya orang miskin. Gubernurnya petani, nelayan, dan gubernurnya buruh. Perlu ada keberpihakan yang tegas terhadap orang miskin,” kata Sudirman dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Partai Gerindra Jawa Tengah, Sabtu (27/1) di Brebes, seperti rilis yang diterima Gatracom di Semarang.

Sudirman mengaku, ia tahu betul rasanya miskin. Sebab dia lahir dan besar dari keluarga miskin. “Hanya karena ditolong oleh negara, ditolong oleh masyarakat Jateng, saya bisa lepas dari kemiskinan,” katanya.

Ia bercerita, dirinya mendapat beasiswa sehingga bisa sekolah, bahkan sempat dapat beasiswa ke luar negeri. Hal ini dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

“Saya berutang pada negara, pada rakyat Jateng. Karena itu saya akan bayar utang itu dengan menjadi gubernur yang berpihak pada orang miskin,” kata dia.

Menurut Sudirman, secara nasional tingkat kemiskinan di Jawa Tengah sangat tinggi. Meski mengakui ada penurunan jumlah penduduk miskin, ia berkata Jateng masih menempati ranking kedua sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur.

Sudirman menyebut ada 15 kabupaten/kota di Jateng masuk zona merah kemiskinan. Kelima belas kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

Sudirman berkata akan mengatasi kemiskinan dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk masyarakat bawah.

“Kalau yang bawah terangkat, yang tengah dan atas juga akan terangkat. Jadi dengan mengangkat masyarakat bawah dengan sendirinya yang atas ikut terangkat. Sehingga yang tengah dan atas tidak perlu khawatir jika saya menjadi gubernurnya orang miskin,” ujarnya.

Usai acara dengan Gerindra Brebes, Sudirman menemui KH Subhan Ma’mun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, Brebes. Dua hari sebelumnya Sudirman juga menemui pimpinan ponpes Girikusumo, Demak, KH Munif Zuhri.

KH Subhan meminta, jika kelak terpilih sebagai gubernur Jateng, Sudirman harus memberi perhatian kepada pesantren.

Pasalnya, kata Subhan, pesantren merupakan sumber kader pemimpin bangsa yang sudah terbukti bisa diandalkan. Banyak pemimpin nasional sejak dulu hingga sekarang berasal dari pesantren.

“Pesantren merupakan sumber kader kepemimpinan nasional. Karena itu harus diperkuat guna meningkatkan kualitas kader pemimpin,” kata dia.

Menanggapi itu, Sudirman berjanji akan memberikan perhatian kepada pesantren-pesantren di Jateng.

“Saya menangkap ada harapan yang besar dari parai kyai yang saya temui agar soal pembinaan pesantren ini menjadi perhatian pemerintah provinsi Jateng,” kata Sudirman.

Sudirman melihat, di tengah era globalisasi seperti sekarang, peran ponpes menjadi semakin penting untuk menjaga moral generasi penerus.

“Soal pesantren akan menjadi program kerja kami. Pasti akan ada peningkatan perhatian kepada pesantren,” katanya

Sumber : https://www.gatra.com/politik/pemilu/pilkada/305601-sudirman-said-janji-perhatikan-pesantren-dan-rakyat-miskin-jateng

Leave A Comment

%d bloggers like this: