Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said optimis bakal memenangi perhelatan Pilgub melawan petahana pada 27 Juni mendatang. Hal tersebut sudah nampak dari antusiasme masyarakat saat kunjungannya ke daerah yang menginginkan perubahan.

Pak Dirman mengungkapkan dari pertama, beberapa kali melakukan kunjungan ke pasar tradisional dirinya mengaku pasti menerima keluhan agar kepemimpinan di Jawa Tengah mengalami pergantian.

“Seperti di pasar Wagen tadi. Ada ibu-ibu sudah tua mengejar saya. Beliau bilang, pak mbok ganti pak. Karena selama ini tiidak ada kejelasan. Seperti ini terus keadaannya. Tidak ada sesuatu yang diajarkan,” kata Pak Dirman, Minggu (10/3).

Di hadapan partai koalisi pengusung di Kabupaten Cilacap, Pak Dirman mengatakan bahwa ini waktunya perubahan, waktunya Jawa Tengah ganti kepemimpinan.

“Kalau struktur partai sudah bergabung, sudah bahu membahu bersama masyarakat, ini saya sebut perubahan tidak bisa dibendung. Mboten wonten ingkang saget nyetop semangat perubahan,” tandasnya.

Biasanya, lanjut Pak Dirman, partai bergerak sendiri sementara masyarakat acuh tak acuh. Atau sebaliknya, kalau masyarakat bergerak, partai yang diam diri.

“Yang saya saksikan di manapun, di Solo, di Brebes, di Banyumas, di Temanggung, di Purwokerto, di Banjarnegara dan sekarang di Cilacap, semua adalah menentukan kesiapan gerak antara partai politik dengan masyarakat. Dan ini tanda-tanda perubahan bakal terjadi,” katanya.

Dia juga menyampaikan dari pemimpin terdahulu juga tokoh-tokoh banyak yang mengatakan meski popularitas kalah dengan petahana tapi masyarakat makin lama makin menyimak.

“Dan zaman sekarang gampang mencari tahu figur. Silakan cari di google, cek nama saya Sudirman Said, yang muncul cerita apa. Dan silakan cari nama petahana di google, yang muncul apa. Ceritakan itu pada tetangga sahabat. Gampang sekali,” tandasnya.

Leave A Comment

%d bloggers like this: