RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Cagub Sudirman Said ingin membentuk 8.559 lumbung desa di Jateng. Keinginan tersebut cukup realistis, melihat Jateng merupakan daerah pertanian dan penyokong pangan nasional.

Salah satu pengurus tim Perjuangan Merah Putih, Wahid Ahmad mengatakan bahwa untuk mewujudkannya sekarang sudah dibentuk Majelis Desa. Lembaga tersebut bertugas mendengar sekaligus menjadi solusi persoalan di akar rumput, yakni warga desa.

“Untuk persoalan pangan, Pak Dirman telah menargetkan akan membentuk 8.559 lumbung desa. Artinya, setiap desa akan dibentuk lumbung desa,” katanya di sela-sela pembekalan Majelis Desa, salah satu pergerakan inisiasi calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said di Tegal.

Ia menambahkan, harapannya masyarakat desa tidak lagi kebingungan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, serta tidak kelimpungan ketika harga kebutuhan bahan pokok melambung harganya. “Selain itu, lumbung desa juga akan menguatkan hubungan antara petani desa dengan tetangga, termasuk dengan pemerintah desa. Sehingga, harus berjalan saling melengkapi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, banyak keluhan di antaranya dari seorang ibu rumah tangga, membuat Siti Amalah, 46, Kaliwadas, Adiwerna Kabupaten Tegal. Ia merasakan langsung imbas kenaikan harga bahan pokok dan berharap tidak mengalami kesusahan untuk mencari kebutuhan dapurnya. “Uang untuk belanja semakin besar, sementara penghasilan keluarga tetap, karena hanya bapak yang bekerja. Karena itulah, diperlukan solusi,” katanya.

Untuk belanja beras ia harus merogoh kocek sebesar Rp 300.000 per 25 kg. Yang berarti hanya bertahan untuk mencukupi kebutuhan sekitar 20 hari. Pengeluaran itu, belum lagi ditambah untuk belanja mencukupi kebutuhan dapur.

Saat ini harga beras premium naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram. Sementara beras medium saat ini dijual Rp 12.500 dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram, dan beras sumbang sekitar Rp 9.500 dari harga semula Rp 7.000 per kilogram.

Majelis Desa merupakan ruang relawan Calon Gubernur Sudirman Said di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih. “Sampai pertengahan Januari, lebih dari 400 desa telah mendeklarasikan,” tambah Wahid Ahmad. (fth/ida)

Sumber : http://radarsemarang.com/2018/01/21/sudirman-targetkan-bentuk-8-559-lumbung-desa/

Leave A Comment

%d bloggers like this: