Tak Hanya Negeri, Dirman-Ida Perjuangkan Anggaran untuk Sekolah Swasta

SEMARANG- Pasangan Sudirman Said- Ida Fauziah lagi-lagi membantai pasangan Ganjar Pranowo – Gus Yasin pada sesi kedua Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 di Hotel Patra Semarang, Kamis (21/6) semalam.

Pada sesi tersebut, paslon nomor urut 1 Ganjar- Yasin mendapatkan pertanyaan terkait Indeks Pembangunan dari BPS untuk Provinsi Jawa Tengah yang menempatkan posisi di kelas menengah. “Kapan ada di peringkat atas?” Sebut pertanyaan dari tim panelis.

Ganjar berkilah apabila Indeks Pembangunan dari BPS diukur berdasarkan pendidikan, kesehatan dan angka harapan hidup. Menurutnya, melalui politik anggaran dia sudah memperjuangkan anggaran untuk wajib belajar 12 tahun.

Pernyataan itu langsung disanggah oleh Ida yang mengatakan apabila wajib belajar 12 tahun yang diterapkan dalam kepemimpinan Ganjar hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri.

“Sekolah sampai SMA di Jawa Tengah masih mahal, akibatnya income rendah, kami bertekad untuk memperjuangkan anggaran termasuk bagi sekolah SMA Swasta dan guru swasta di Jawa Tengah yang saat ini masih belum terwujud kesejahteraannya,’’ tandasnya.

Sudirman Said mendukung pernyataan tersebut dengan Indeks Pembangunan Jawa Tengah di bawah rata-rata nasional. “Menurut saya data sudah menunjukkan harus ada yang diperbaiki, dengan Indeks Pembangunan Jateng yang berada di bawah rata – rata nasional,” tegasnya.

Sebelumnya, pada sesi pertama, Sudirman lagi-lagi mengingatkan pentingnya keteladanan bagi generasi milenial di Jateng. Bukan hanya orang tua, tetapi pemimpin harus memberikan contoh keteladanan melalui perilaku yang baik.

“Memang media sosial adalah dunia generasi milenial, akan tetapi lebih penting adalah keteladanan yang ditunjukkan sebagai pesan utama, ini menyangkut konten, dan melalui penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda,’’ imbuhnya.

Sudirman dalam pengantar debatnya menajamkan persoalan terkait petani yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk, dan angka kemiskinan yang relatif tinggi.

“Demokrasi bukan tujuan tapi alat, tidak ada gunanya menonjolkan demokrasi apabila ada 4,3juta petani masih bertarung sendirian, 2.600 nelayan dalam kesulitan, dan 200 ribu lebih guru honorer masih di bawah angka kesejahteraan,” tukasnya.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo berharap debat putaran ketiga berlangsung dengan baik, dan semua paslon menjaga ketertiban dan keamanan hingga saat pencoblosan 27 Juni mendatang.

Adapun panelis pada debat kali ini yakni, Nur Hidayat Sardini (Undip), Umar Ma’ruf (Unissula), Tri Marhaeni Pudji Astuti (Unnes), Prof Imam Taufiq (UIN), dan Prie GS (budayawan).

MEDIA CENTER SUDIRMAN SAID-IDA FAUZIYAH

Leave A Comment

%d bloggers like this: