SEMARANG – Masyarakat Jawa Tengah harus melakukan pengawasan agar tak terjadi kecurangan dalam Pilgub Jateng. Sebab, potensi kecurangan terlihat dengan banyaknya persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jawa Tengah yang bermasalah.

Tim pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah banyak menemukan pemilih ganda di 23 kabupaten/kot di Jateng. “Potensi itu jika tak diantisipasi akan menjadi kecurangan dalam Pilgub Jateng,” kata Tim Pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah, Sriyanto Saputro dalam Konfrensi pers di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang.

Dari hasil di lapangan, terdapat banyak potensi kecurangan di 23 kabupaten/kota. Mulai dari pemilih ganda, data invalid sampai persoalan DPT yang ternyata masih berusia dibawah 17 tahun. Itu hanya sampel yang dilakukan secara acak dan ditemukan langsung di lapangan. “Tim sudah turun, dan ternyata banyak temuan terkait dengan persoalan DPT yang bermasalah di Jateng,” ujarnya.

Berrdasarkan hasil penelusuran timnya, ada sekitar 3.714.209 pemilih yang berpotensi bermasalah. Setidaknya, ada 22 variasi kegandaan pada kartu keluarga, nomor induk kependudukan, nama, dan alamat yang terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. “Ada juga nama yang terlalu singkat, yaitu hanya terdiri dari tiga huruf seperti Ani, Adi, Ina. Di 11 kabupaten dan kota mencapai 2.448 orang,” tambahnya.

Menyikapi persoalan tersebut, tim pemanangan Sudirman – Ida Fauziyah sudah melapor langsung ke Bawaslu Jateng Jum,at 8 Juni lalu. Bawaslu harus turun tangan dan memanggil KPU Jateng secara konstitusi untuk menjelaskan masalah DPT yang bermasalah. “Jika DPT tak valid harus segera dicoret, agar tak ada masalah dalam Pilgub. Ini persoalan serius yang mengancam demokrasi di Jateng,” tambah Tim Pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah, Sukirman.

Masyarakat harus ikut terlibat dalam pengawasan Pilgub Jateng. Jangan sampai terjadi kecurangan, karena akan merusak proses demokrasi. Jadilah pengawas mandiri, dan jika menemukan keganjilan bisa lapor langsung ke penyelenggara Pilgub Jateng. “Masyarakat harus pro aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai Pilgub dinodai dengan kecurangan,” tambahnya.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada 27 Juni 2018 mendatang sangat diharapkan dapat membawa perubahan bagi seluruh warga Jateng. Perubahan menuju Jateng yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat. Namun, hal tersebut dapat tercapai apabila dalam pelaksanaannya Pilgub Jateng dilakukan dengan menjunjung tinggi semangat kejujuran, adil, bebas dari kecurangan.
“Sedari awal, Pak Dirman selalu mengatakan bahwa Pilgub Jateng merupakan gawe atau agenda warga Jawa Tengah. Pilkada adalah kepentingan warga untuk menghasilkan kepemimpinan yang dapat membawa kesejahteraan dan mengangkat harkat dan martabat warga Jawa Tengah,” tambah Ketua Steering Committe Tim Relawan Pemenangan Sudirman Said – Ida Fauziyah, Untoro Hariadi.

Ia menambahkan, keterlibatan warga menjadi yang utama. Warga harus menjadi kekuatan garis depan dalam memastikan Pilgub dapat menghasilkan kepemimpinan yang dapat membawa perubahan di Jawa Tengah. Dengan demikian kemenangan dalam Pilkada, bukan kemenangan pasangan calon, melainkan kemenangan warga. Untuk itu, mari bersama-sama kita bergerak untuk melawan kecurangan dalam Pilgub Jateng 2018 ini. “Bagaimana caranya? Bentuk kelompok bersama tetangga, keluarga, teman yang berada di dalam satu TPS. Bersama-sama menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayahnya masing-masing, sejak proses pemungutan dimulai hingga penghitungan suara selesai dilaksanakan. Amati pemilih yang tidak dikenal, laporkan dan berkoordinasi dengan saksi pasangan No. 2, Sudirman Said dan Ida Fauziyah jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” pesan Wakil Tim Pemenangan Sudirman-Ida Fauziyah tersebut.

Leave A Comment

%d bloggers like this: